AKU KUDU PIYEE?????

Setiap manusia entah di sadari atau tidak pasti pernah merasakan sesuatu hal yang membuat bimbang dan bingung pada diri mereka sendiri,tentang apa yang telah mereka perbuat dan lakukan.

Banyak perbuatan yang pernah kita lakukan entah itu benar dan sesuai atau tidak pasti mendapat cemo’oh atau bahkan cibiran dan gunjingan yan tidak mengenakkan,bisa membuat panas kuping bin telinga,bisa membuat hati mendidih dan terbakarnya emosi jiwa,dan bingung menentukan apa yang seharusnya dilakukan.

Dimata orang lain selalu apa yang kita kerjakan atau lakukan tidak pernah mendapat nilai positif,selalu berhasil negative,pokoknya nggak pernah benar deh intinya,walaupun jika dilihat secara lebih detil,kemungkinan apa yang sudah dikerjakan tadi sudah sesuai dan benar menurut kapasitas dari masing-masing orang yang telah mengerjakannya.

Bahkan terkadang keluarga kita pun juga melihatnya lebih ke arah yang tidak sesuai,entah mereka melihatnya dari arah sebelah mana,atau informasi yang di dapat datang dari siapa,dan ke shahihan nya seperti apa.

Terus jika sudah seperti itu,Aku Kudu Piyee??? Aku harus bagaimana…..

Bagi saya semua itu saya anggap sebuah hiburan,dan hiasan yang membuat apa yang saya kerjakan dan lakukan menjadi lebih hidup dan indah,toh mereka atau siapapun itu orangnya jika mereka tidak terjun secara langsung juga ga akan tau yang sesungguhnya.

Yang mereka tau hanya prasangka dan prasangka,bahkan bisa berujung menimbulkan perpecahan ataupun permusuhan.Mungkin mereka tidak pernah merasakan adanya tanya dalam pikiran,hati dan jiwa mereka tentang “Aku Kudu Piyee???”

Dan yang paling mengerikan dan menakutkan adalah bahwa apa yang mereka kerjakan dan lakukan pasti benar,padahal hanya sekedar betul,bukan benar.

Hal-hal seperti itu,kemungkinan terjadi karena lingkungan mereka memang selalu berpikir bahwa pokoknya benar,tidak pernah berpikir bahwa hal itu benar yang bagaimana,dan kadar benar nya berapa,mereka mungkin belum bisa menikmati dan merasakan apa yang mereka kerjakan dan lakukan,hingga sibuk mengoreksi orang lain.

Kadang kita sudah menuruti dan mengerjakan sesuai dengan arahan, sudah dengan lapang dada kita mengalah,tapi masih saja ada yang mencelanya, tanpa mereka melihat,kenapa ini bisa begini,kenapa harus seperti ini,dan kenapa caranya begini…dan banyak kenapa,kenapa lain yang harusnya ada di benak dan pikiran mereka.

Lha kalau sudah begitu,timbul pertanyaan pada diri kita”Aku Kudu Piyee???”semua sudah dilakukan,semua sudah dikerjakan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita dan sesuai dengan apa yang di minta,kok masih saja kurang inilah,kurang itulah,kurang begini dan kurang begitu.

Kalau memang mereka lebih paham,kenapa bukan mereka yang mengerjakan ?? ketika pertanyaan itu di lontarkan,mereka menjawab bukan ahlinya,nah kalau bukan ahlinya kenapa kok kalian seenaknya bilang kurang ini kurang itu…..

Nah kalau sudah seperti itu.ehh mbok yo’o sekarang di balik,jika apa yang mereka lakukan dan kerjakan selalu di koreksi orang lain,gimana perasaan anda,gimana rasanya dikoreksi orang lain……enak atau nggak enak…..

Ini juga berlaku dalam kehidupan di keluarga dan lingkungan sekitar kita,sebelum sebuah tuduhan ataupun sangkaan ada,coba di balilk dulu jika kondisi itu menerima diri kita sendiri.

Memang itu semua salah satu dari indahnya hidup yang selalu menjadi hiasan bagi setiap orang,individu,keluarga dan lingkungan,fenomena aku kudu payee harus bisa kita rasakan dan tanggapi dengan penuh senyum,karena hal itu nikmat dan indah,bahkan tidak ada sesuatupun yang bisa di sandingkan nikmat dan indahnya dengan aku kudu piyeee.

 

_salam_
“by civo”

Leave a Reply