Becik Ketampik Olo Ketompo,Yang baik Di Tolak Yang Buruk Diterima

becik ketampik olo ketompo

Semua manusia pastilah ingin menjadi orang baik dan terpuji pada setiap kegiatan hidupnya sehari-hari,banyak yang bersikap baik dan sopan karena adanya sebuah harapan agar segala kemudahan dan keberutungan bisa di raih,atau ingin menjadi manusia yang mulia yang bisa diterima dan dihargai sesamanya.

Orang yang logikanya sehat pastilah tidak ingin menjadi orang yang urakan atau bahkan jahat,karena dimanapun tempatnya orang yang jahat selalu menjadi bahan pembicaraan dan cenderung untuk dijauhi.

Jika dilihat dengan akal sehat,orang yang baik akan mendapat perlakuan baik dan juga terhormat di manapun,dan pantaslah jika orang baik itu lebih di hargai dibandingkan dengan orang jahat,tetapi satu hal yang aneh muncul belakangan ini,banyak orang dengan karakter baik justru kalah dengan orang yang mempunyai karakter jahat ( walau dibungkus dengan manisnya muka,sikap yang polos,jujur yang dibuat-buat).

 

Perilaku Baik Di tolak,Yang Buruk di Terima

 

Sebenarnya istilah ini muncul karena adanya realita yang terjadi di kehidupan sudah terbalik dan menyimpang,ungkapan yang benar seharusnya adalah Becik Ketitik Olo Ketoro,yang berarti kurang lebih,perilaku baik dan perilaku buruk pasti akan kelihatan. Semua perbuatan jika dilandasi dengan moral dan jiwa penuh kebaikan akan benar-benar terlihat dan diingat oleh banyak pihak,begitupun sebaliknya perilaku buruk,serapat apapun ditutupi nantinya pasti akan terkuak juga.

Jika berdasar dari falsafah itu,harusnya orang yang memang pada dasarnya mempunyai perilaku baik,harusnya di beri kesempatan dari segi apapun,jika di ambil contoh dalam dunia kerja,harusnya orang-orang yang mempunyai perilaku baik ( tulus ) diberi kesempatan dalam memegang sebuah pekerjaan yang dirasa penting ataupun pekerjaan yang dirasa membutuhkan sebuah kepercayaan tinggi. Dengan menempatkan orang-orang baik dan bisa dipercaya di berbagai lini pekerjaan,pasti akan membawa dampak positif nantinya.

Jika mengacu dari falsafah becik ketitik olo ketoro,orang yang mempunyai perilaku buruk pasti dijauhi oleh banyak pihak maupun masyarakat,karena perilaku dan orang-orang seperti inilah yang membawa kerugian di lingkungannya,entah itu lingkungan kerja ataupun lingkungan sekitarnya,ini jika mau dilihat secara logika yang masuk akal.

Tetapi Realita yang terjadi jauh berbeda dari apa yang diharapkan,banyak kejadian yang terjadi bertolak belakang dengan ajaran moral nenek moyang yang adiluhung,karena kejadian nyata yang sering ada dan terjadi di lingkungan adalah “Perilaku baik di tolak dan Perilaku buruk diterima”

Banyak sekarang orang baik dan pintar bukan menjadi panutan atau idola,tetapi yang ada malah menjadi musuh bersama yang harus dihindari,ini Realita dan Nyata lho…??!, contohnya adalah dalam lingkungan kerja dimana ada indikasi sesuatu yang menyimpang,hal itu malah seperti pemicu semangat untuk bersama-sama melakukan penyimpangan,karena jika tidak ikut menyimpang,justru akan mendapatkan sebuah sanksi,berupa dikucilkan,dijauhi oleh rekan-rekan kerjanya,karena mereka yang telah meraup hasil dari hal yang menyimpang tadi akan merasa terganggu,oleh hadirnya sosok berperilaku baik dan mempunyai idealis tersebut.

Dari sini sudah terlihat,jika apapun itu yang berhubungan dengnan kebaikan dan kebenaran pasti akan ditolak dan dijauhi,bahkan dipandang tidak penting dan menjijikkan (mungkin lho yaa…),dan yang tidak masuk akal adalah banyak orang berperilaku jahat,ataupun pura-pura baik yang justru menjadi pujaan,dan mereka akan selalu berupaya untuk menyingkirkan orang-orang idealis dan berperilaku baik ini apapun caranya,karena dianggap berpotensi membawa bahaya.

Semua itu merupakan sebuah realita kejadian yang ada di lingkungan,baik itu lingkungan kerja maupun lingkungan bermasyarakat,inilah yang disebut sebagai “Becik Ketampik Olo Ketompo”,perilaku baik di tolak,yang buruk diterima.

 

_salam_
“tembangtafakuran”

Leave a Reply