Cara Pandangmu Mempengaruhi Hidupmu

hidup itu mudah

Di suatu sore saat saya asyik ngobrol dan ngopi di sebuah warkop di pojok desa yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan gemerlap dunia, dengan di temani kepulan asap rokok dan aroma kopi yang begitu nikmat, jama’ah warkop asyik masyuk dengan apa yang sedang mereka diskusikan, diskusi khas desa, diskusi yang di selingi canda dan tawa.

Sambil menyeruput kopi panas dan menghisap rokok, rupanya para jama’ah ini lagi asyik membahas tentang bagaimana cara pandang yang baik untuk menjalani hidup, karena ternyata secara diam-diam mereka ini memperhatikan juga kondisi dan apa yang banyak terjadi di lingkungan sekitar dan bahkan sampai ke skala kejadian di negeri tercinta ini, padahal mereka ini hanyalah petani, pengangguran, pekerja swasta dan bahkan ada yang sama sekali tidak mengenyam nikmatnya pendidikan, tetapi mereka istiqomah dalam menjalani hidup ini dengan indah dan bahagia ala mereka.

 

Rubahlah Caramu Memandang Hidup

 

Menurut mereka ini, hidup yang kita jalani sesuai dengan bagaimana cara pandang diri masing-masing dalam melihat dan mendengar dan menjalani roda kehidupan, jika dalam hidupmu hanya selalu diisi dan dihiasi oleh rasa curiga, rasa ketidakpercayaan, mencampuri urusan orang lain dan su’udzon,maka hidupnya orang yang seperti itu juga akan suram, dunia bagi mereka terasa sempit, apa-apa yang mereka terima seakan tiada artinya dan parahnya lagi mereka ini sering mencampuri urusan yang sebenarnya adalah urusan Gusti Allah, welah dalah…celaka banget kan kalau sampai tanpa terasa menjadi seperti itu ….

Kenapa cara pandang seperti itu menjadi racun dan merusak sedikit demi sedikit hidup kita ?? karena apapun yang di lakukan orang lain, bagi orang-orang ini adalah hal yang ga baik, berpotensi buruk dan berdampak negatif, tanpa mereka ini melilhat dengan sebenarnya, karena tanpa terasa mereka ini sudah merasa menjadi Gusti, jadi tanpa perlu meneliti sudah bisa menghakimi, merasa setiap pendapat yang dia keluarkan atau dikemukakan nya itu betul ( betul belum tentu benar ).

Nah karena hidupnya hanya di penuhi rasa curiga dan ketakutan yang tidak jelas jluntrungannya, akhirnya mempengaruhi kehidupan sehari-hari yang dijalaninya, karena baginya tiada yang baik,betul dan sempurna kecuali dirinya sendiri. Denganm begitu akhirnya pendapat orang lain yang sebenarnya membantu baginya dianggap hanya sebuah kata tanpa makna, padahal sebagai makhluk sosial kita harus bisa bersosialisasi kepada lingkungan kita. Apa nggak terasa sempit dan suramnya hidup jika kita seperti itu….karena tiada keceriaan yang menghiasi hidup yang ada hidupnya hanya di hiasi kecurigaan dan merasa betul akan apa yang dilakukannya. Hal ini banyak kok terjadi di realita kehidupan yang sedang kita semua jalani, dimanapun itu tempatnya.

 

Hidup ini Mudah jangan Di persulit

 

Malam semakin larut dimana para jama’ah warkop semakin larut akan kemesraan indahnya obrolan, diselingi canda dan tawa yang menjadikan apa yang sedang mereka obrolkan menjadi sesuatu yang pasti mengasyikkan dan menimbulkan kerinduan.

Bagi mereka ini, hidup itu mudah kok, wong tinggal menjalaninya saja, kalau mau ke utara yaa ke utara, mau makan yaa makan, mau kencing yaa tinggal kencing saja, kenapa harus di bikin susah dan ribet, karena secara hakekat apa-apa yang di lakukan seorang hamba itu adalah kehendak GustiNya, tinggal menjalani saja, jika itu dirasa tidak benar ya jangan di lakukan,”gitu aja kok repot” kira-kira seperti itulah prinsip mereka ini.

Saya takjub dengan jama’ah warkop ini, wajah-wajah mereka tiada menampakkan beban hidup yang mereka jalani, walau mereka ini adalah golongan orang biasa bukan orang dengan banyak gelar S,S,S , justru bagi saya mereka ini melebihi dari banyaknya S yang di sandang seseorang, mereka ini menjalani hidup dengan ikhlas dan penuh kepasrahan. Keyakinan mereka akan rahmad dan nikmat GustiNya benar-benar telah menyatu dalam kehidupan mereka sehari-hari, mereka memandang segala sesuatu dari sisi positif, karena setiap hal itu pasti ada positif dan negatif nya, karena jika mengutamakan sesuatu yang positif maka alam sekitarpun akan menjadi positif dan inilah harmoni hidup yang sebenarnya.

Karena malam semakin larut,satu persatu makhluk Tuhan ini pun mulai meninggalkan warkop untuk melanjutkan kemesraan mereka akan GustiNYa yang hanya mereka sendiri yang mengetahui dan merasakan nikmatnya.

 

_salam_
“tembangtafakuran”

 

 

Leave a Reply