E-KTP bayar biaya administrasikah ???

e-ktp

Sekilap.info

Ceritanya sudah hampir 2 minggu penulis mengurus perpindahan dari KTP biasa ke E-KTP,pertama-tama saya mengurus surat pengantar dari kantor desa dimana saua tinggal ( ya iyalah,masa di desa tetangga..hehehe). Tadi siang ketika saya sedang bekerja alias nguli,saya di kabari bahwa E-KTP sudah jadi,bisa di ambil ke rumah bapak RT dengan membayar biaya administrasi 30 ribu per orang atau per E-KTP.

Hal ini membuat saya bertanya-tanya dan menggerutu kepada sesama rekan kerja,bukannya E-KTP itu gratis tanpa biaya…??? kok ini harus bayar administrasi segala ??? padahal mulai meminta surat pengantar ke kantor desa,sampai mengantar ke kecamatan itu saya lakukan sendiri ???,daripada bingung bin musmet,sepulang kerja saya silaturahmi ke rumah pak RT mohon penjelasan…hehehe ( pak RT udah bingung ketika saya datang…..padahal saya juga tidak membingungkan lho orangnya…wkekeke)

Setelah di persilahkan masuk dan duduk ( ya iyalah masak harus tengkurap….wkekeke) kurang lebih pembicaraan kami seperti dibawah ini :

Saya      : adakah kwitansi atau bukti untuk pembayaran administrasi tersebut pak ???

Pak RT : beliau pun menjawab,bahwa bukti pembayaran ataupun kwitansi itu tidak ada,sampean jika mau silahkan meminta ke kantor desa.

Saya      : lho,kalau nggak ada kenapa harus mengatakan pungutan ini biaya administrasi pak ??

Pak RT : gini mas ganteng ( wuih saya dibilang ganteng….) itu katanya mbak erin ( perangkat desa nih ) kebijakan dari kecamatan,yang katanya sih karena blanko untuk buat E-KTP itu saat ini susah,dan mereka harus ambil sendiri ke Dinduk kabupaten.

Saya     : bukan nya aturan jelas dari pemerintah bahwa itu semua gratis pak ? kalau pegawai kecamatan sampai bilang seperti itu ya jangan jadi pegawai kecamatan pak,wong mereka itu emang sebagai pelayan masyarakat kok,udah pak,E-KTP ini saya BAYAR ADMINISTRASINYA.

setelah saya berikan uang yang katanya administrasi sebesar 30ribu tersebut,saya pun pulang ( mosok yo meh nginep ) dan pak RT hanya diam saja,wong uangnya saya taruh begitu saja di meja dan E-KTP langsung saya ambil ( agak arogan karena udah keluar taring nih saya ).

Nah dari semua kejadian itu kok mereka seenaknya sendiri menarik biaya pungutan yang jelas-jelas dari pemerintah bilang semua itu gratis,ini hanya oknum,atau memang moral orang indonesia kebanyakan sudah kurang sehat??mereka-mereka sebagai aparat desa ataupun aparat kecamatan,harusnya tau diri,bahwa mereka itu bertugas melayani masyarakat,bukan memeras masyarakat,masalah susahnya distribusi blanko,hingga mereka harus mengambil sendiri ke Dinduk,itu sudah tanggung jawab mereka,wong mereka kerja juga dapat gaji,dan gaji itu dari pajak yang kita,saya,kamu dan semua masyarakat bayar,semoga pemerintah bisa mengatasi hal ini,bukan masalah 30ribu nya,tapi prosedurnya………

oh iyaa kejadian ini penulis alami sendiri sore hari tadi,tepatnya setelah kejadian penulis menulis ini.

Dan ini terjadi di sebuah Desa,dan Kecamatan di salah satu Kabupaten di wilayah Jawa Timur wilayah barat.

One Response

  1. samanta September 16, 2016

Leave a Reply