GAGAL PAHAM UNTUK SEBUAH KENANGAN

kenangan

sekilap.info

Mencintai.

Bukankah itu fitrah tiap manusia yaa?

Cinta itu bukan hal yang tabu untuk dirasa dan patut untuk diperbincangkan. Hmmmm,.. seperti ada iklan lewat..

Disini cinta bukan pula hal yang harus ditampik kedatangannya kan?

Bagi saya cinta itu indah. Kaya ada manis-manisnya gitu, hehehe… Sungguh deh, sampai sampai keindahannya terlalu membuat pelik jiwa saya. Hingga membuat saya terkolek tidak berdaya. Memikirkannya (sang pemilik hatiku kaya judul lagunya Armada gitu..) dari pagi hingga malam tanpa jeda.

Ahh, saya tidak mau lagi. Kembali dengan cara yang salah. Mencintai bukan karena DIA (Allah SWT), membuat saya lupa akan cinta sesungguhnya.

 Saya pernah merasa begitu paham dengan yang namanya cinta. Tapi nyatanya ketika itu saya malah gagal paham. Cinta saya artikan dengan dia yang tidak halal bagi saya. Cinta saya kotori dengan mendurhakai Allah. Yaa..! saya pernah gagal paham akan cinta. Saya harap setelah ini kita tidak “gagal paham” lagi. Aminn.

Kalau jika hari ini saya belum bisa melupakan mantan itu wajar ngga sih?

Wajar kali yaa.. Karena untuk melupakan seseorang yang pernah mengisi hati kita itu tidak mudah lho..! Tapi pasti ada alasannya kan kenapa dia tidak lagi bersama saya sekarang.

Kalau sampai hari ini saya belum bisa move on dari kehidupan masa lalu, itu lumrah ngga sih?

Ada yang menarik perhatian saya dari obrolan di grup whatsapp semalam, yang anggotanya manusia-manusia istimewa dengan berbagai keunikan yang selalu tampil up to date agar tidak dibilang ketinggalan zaman. Dalam grup itu seorang rekan beramsumsi yang saya tulis pada posting ini “masa lalu itu sulit dilupakan. Meskipun bisa namun kenangannya akan tetap ada. Ngga perlu dilupakan, tapi jadikan sebuah perjalanan hidup yang bermanfaat untuk masa depan.

Rekan saya pun menambahkan “masa lalu ajja dipikirin, yang penting di jalani”.

 

Saya pula sempat membaca ulasan ust. Felix di salah satu koleksi buku saya, kurang lebihnya saya kutip begini

“memang tidak semua pacaran berujung zina, tapi semua zina diawali dengan pacaran”(ust. Felix. Siauw).

Nah… Buat saya yang sudah ngga lagi pacaran, cukup kenang masa lalu itu sebagai bahan perbaikan. Tapi kita pun harus ingat….

Jangan terlalu lama membuang-buang waktu kita untuk seseorang yang telah pergi. Jangan terlalu banyak membuang-buang energi kita untuk masa yang telah terlewati. Karena kita hidup pada masa sekarang, tidak pada seseorang itu, tidak juga pada masa lalu itu. Adalah benar, jika kita masih sendiri dan masih menanti. Bukan karena kita terlalu menahan hati tapi kita hanya membatasi dari cinta yang tak diridhoi. Mempersiapkan diri kita untuk menghadapi hari-hari yang akan datang jauh lebih baik. Itu saja!

 

All is well.

Persiapkan hati kita untuk seseorang yang sudah disiapkan. Selamat menuju hidup yang lebih baik dan berarti… Pengingat untukku dan untukmu.

_salam_

“artikel kiriman dari t.i.a.r.a”

Leave a Reply