Gendam Media Sosial

gendam media sosial

Sekarang ini pasti hampir semua orang,dari semua kalangan mengenal dan memakai media sosial sebagai sarana untuk lebih memperbanyak teman,mencari informasi dan bertemu dengan kawan lama yang sudah lama nggak ada kabar beritanya.

Banyak hal positif yang didapat dan banyak juga hal negatif yang di timbulkan,bahkan menggunakan media sosial bisa dikatakan sebuah kewajiban bagi semua kalangan.

Tetapi akhir-akhir ini,media sosial sudah bukan lagi ajang kumpul atau silaturahmi,bahkan mencari jodoh saja.

Kekuatan medsos bisa membius setiap orang yang melihat ataupun membaca informasi yang dibagikan,nggak peduli itu benar atau tidak,kebanyakan langsung menshare atau membagikan berita yang mereka dapat.

Media Sosial laksana sebuah gendam yang begitu kuat,mampu menyihir dan mempengaruhi para penikmatnya,yang tanpa berpikir panjang,mereka menelan mentah-mentah setiap informasi yang mereka dapatkan,dan dengan berapi-api penuh semangat mereka pun memperjuangkan dan mempertahankan argument atas informasi yang di dapat.

Akhir-akhir ini,banyak sekali di setiap grup ataupun hanya sekedar koment status,saling beradu argument,dan berujung pada saling hina dan saling merendahkan,sudah bukan lagi sekedar canda sebagai seorang teman,bahkan bisa memicu permusuhan dari apa yang diperdebatkan.

Diakui ataupun tidak,Medsos memang benar-benar membius para penggunanya,dan sayangnya banyak dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang menggunakannya hanya untuk tujuan pribadi ataupun hanya sekedar suka melihat adanya permusuhan dan perpecahan.

Mengumpulkan pendukung,menarik massa,untuk melakukan sesuatupun hanya dilakukan dengan menyebar berita ataupun info melalui media sosial,dan itupun sudah cukup mampu untuk melakukan mobilisasi massa,bahkan mempengaruhi cara pikir seseorang terhadap sesuatu hal.

Berita-berita yang belum tentu valid bahkan hoax banyak disebar dan cenderung mendapat respon yang begitu dahsyat dari para pengguna medsos,tanpa pikir panjang dan meneliti kebenaran dari sebuah berita tersebut.

Seakan saling berlomba untuk menjadi yang pertama dalam menyebarkan berita tersebut,sangat disayangkan memang,di era yang modern dan semua serba bisa dinikmati secara instan dan informasi yang begitu mudah di dapat,tetapi tanpa filter dari masing-masing penggunanya.

Apa mungkin belum saatnya kita ini menjadi maju,ataukah terlalu cepat untuk maju,sehingga apapun itu dianggap sesuatu yang selalu benar.

Bukan hanya pengguna baru yang bisa terbius dengan kekuatan gendam media sosial ini,bahkan pengguna yang sudah lama pun,sudah tidak bisa lagi berpikir logis lagi,bahwa segala sesuatu harus diteliti dan ditelaah secara pasti.

Semua asal telan mentah-mentah,dan tidak mencari lagi berita yang berimbang,sebagai bahan perbandingan.

Belum lagi banyak postingan yang mengarah pada perpecahan,yang mendapat antusias yang luar biasa dari berbagai pihak dan kalangan,bahkan hanya dengan posting untuk memboikot sesuatu produk pun,banyak pengguna medsos yang mau mengikutinya.

Aneh memang,tetapi itulah kenyataan yang terjadi,efek gendam dari medsos ini telah dimanfaatkan oleh orang-orang ataupun kalangan tertentu untuk mencapai tujuannya,entah itu tujuan yang mengarah ke hal positif ataupun negatif.

Gendam media sosial,membuat para penggunanya seakan lupa diri dan tidak menyadari apa yang sedang mereka lakukan walau hanya melalui ketikan papan keyboard yang mereka tuliskan pada akun media sosial mereka.

Tidak terpikirkan apa yang akan terjadi nantinya jika hal itu dipercaya dan disebarkan lagi kepada banyak orang,atau memang hanya demi suatu apapun itu akan di bagikan dan disebarkan dengan cara apapun nggak peduli itu nyata ataupun tidak.

Marilah kita lebih bijak dalam menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mencari informasi,dengan lebih teliti dan berpikiran jernih dalam menyikapi segala sesuatu yang muncul,jangan mudah percaya dan jangan telan mentah-mentah apapun itu walaupun seakan hal itu adalah sesuatu yang mungkin benar.

 

_salam_
“tembangtafakuran”

One Response

  1. anggi Desember 20, 2016

Leave a Reply