Jangan Membenci, Lakukan Yang Terbaik Hari ini tak Akan Kembali

jangan benci

 

Si A   : aku benci banget, illfeel sekarang liat dia !

Si B   : ihh, sampai nanti aku engga akan mau maafin dia. Udah terlanjur benci

Acapkali dalam kehidupan sehari-hari kita mendengar kata benci. Kata benci digambarkan sebagai perasaan tidak suka yang sangat terhadap suatu tindakan, benda, atau bahkan dengan manusia yang menimbulkan perasaan tidak nyaman bahkan tersakiti. Menurut saya wajar saja sih jika kita memiliki rasa benci. Namun hal yang tidak wajar jika benci kita tanam dalam hati dan dipelihara berkepanjangan, bersemayam didalam jiwa untuk merenggut kebahagiaan kita.

Memang tidak ada yang salah dengan benci. Seperti yang kita tahu, Tuhan telah menganugrahkan berbagai macam perasaan dalam hati kita, termasuk rasa benci itu.

Dari sini, tidakkah kita sadar bahwa menanam benci dalam hati sama saja dengan meracuni diri sendiri ?

Saat benci mulai hadir, pikiran kita tidak jernih bahkan tidak lagi bisa membedakan mana yang benar atau salah, baik atau buruknya suatu hal.

Kemudian rasa benci yang bersemayam dalam kalbu akan berbuah menjadi racun. Racun kebencian kemudian dengan cepatnya menjalar meracuni seluruh organ tubuh dalam diri kita.

Kebencian itu ibarat barang busuk jika kita bawa kemana-mana, kita tidak akan merasa nyaman dan tenang. Jika hanya sementara sih, bagaimana bila kebencian itu kita bawa seumur hidup ?

Menjadi pribadi yang mampu menerima dan berlapang dada pun tidaklah semudah mengedipkan mata. Kita butuh kesabaran dan keikhlasan untuk mencapai kondisi ini. Hanya dengan kasih sayang dan berserah diri kepadaNya sebagai obat penawar rasa benci dalam hati.

Harusnya kita lebih bisa mengendalikan diri, menenangkan hati,  belajar memaafkan karenaNYA bukan karena dia. Jangan membenci siapapun tidak peduli berapa banyak mereka bersalah pada kita. Hidup dengan rendah hati, senantiasa berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan kita. Doakan yang terbaik untuk setiap orang yang kita temui.

Yuk..! bersihkan hati dengan mememaafkan kesalahan orang lain. Dan, bersegeralah untuk meminta maaf kepada orang yang kita sakiti. Karena kita tahu tidak ada tombol (ctrl) [Z] dalam hidup kita. Lakukan yang terbaik, sebab hari ini tidak akan kembali. Jadilah seperti bunga yang memberikan keharuman bahkan kepada tangan yang telah menghancurkannya (ali bin abi thalib). Pengingat untukku dan untukmu.

 

_salam_

kiriman dari @t.i.a.r.a

Leave a Reply