Kenikmatan Hidup tertinggi Itu Adalah Rasa Pahit

Kenikmatan Hidup tertinggi Itu Adalah Rasa Pahit

Di malam itu,kala semua duduk saling berdekatan tanpa mempedulikan status,tanpa memandang siapa dan apa ,pada saat acara maiyahan PadhangMbulan yang di adakan di Ndalem Kasepuhan Menturo Jombang , sebuah bahasan yang mencerahkan bagi siapa saja yang mendengarkannya dan sebagai penyemangat untuk lebih bisa menghadapi realita kehidupan yang semakin tidak karuan ini.

Dalam pada itu Mbah Nun berkata bahwa semua yang ada dan terjadi ini adalah rahmat, kita bahagia itu adalah rahmad , kita bersedih dan kesusahan itu adalah rahmad , kita kaya itu rahmad, kita miskin itu rahmad, kita dapat berbagai kemudahan itu rahmad , kita dapat kesulitan itu pun rahmad.

Dengan cara berpikir yang seperti itu mudah-mudahan akan banyak jalan untuk lebih memahami kerumitan dan kesedihan seseorang dalam menghadapi sebuah masalah hidup yang menimpanya.

Lah, kok bisa kita harus menikmati dan menerima semua itu sebagai rahmad, bukannnya sesuatu yang baik saja rahmad itu ??? ini cara pandang keliru dan sebuah kesalahan besar, pakai logika dan cara berpikirmu, gunakan kemampuan akalmu untuk mencerna setiap kejadian yang terjadi padamu, semua datang itu dari NYA , dan apapun yang datang dari NYA itu adalah sebuah rahmad, karena dengan begitu kita sebagai hambaNYA masih mendapat perhatian dariNYA.

Bukankah jika ada seseorang yang perhatian pada kita, apapun akan diberikannya kepada kita kan, entah itu sesuatu yang membawa kebahagiaan ataupun malah menambah beban masalah pada kita, maka dari itu marilah bersama memahami bahwa semua ini sebuah proses yang belum ada titik pemberhentiannya , masih akan terus berputar entah sampai kapan, jadi berhati-hatilah dalam memaknai apa yang terjadi dalam hidupmu, yang terjadi di lingkunganmu, lihatlah jauh kedalam jangan hanya melihat dari apa yang terlihat dan apa yang didengar, karena jaman sekarang ini yang A bisa jadi B yang B bisa jadi A atau malah jadi C.

Banyak yang berpikir apa yang terjadi ini adalah sebuah laknat, bukan…ini bukan laknat tapi ini nikmat dan rahmad yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun kejadian yang menimpamu , mulailah membuka pikiran dan hatimu , sikapilah dengan sikap sebagai hamba yang hanya menjalani apa-apa yang terjadi kepadamu, jangan punya angan-angan dan mengukur kemampuanmu terlalu tinggi, jangan pernah membandingkan apa yang kamu bisa jalani dengan apa yang orang lain bisa lakukan, karena apapun itu adalah rahmad.

Mbah Nun pun juga mengajak untuk menikmati semua rahmad dan nikmat yang diberikan olehNYA tahun ini, apapun itu yang datang di depan adalah rahmad, dan semua kepasrahan yang kita lakukan ini pasti nantinya akan membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sekarang ataupun masa yang akan datang. Memahami hidup itu bukan dengan cara melihat hidup , tapi bagaimana cara kita untuk menjalani dan menikmati hidup itu sendiri, makanya kenikmatan tertinggi dalam hidup itu adalah rasa pahit , karena di dalam rasa pahit itu ada sebuah vaksin sebagai penambah daya tahanmu, kesadaranmu akan rasa pahit itu adalah ilmu sebagai modal untuk dapat menjalani hidup seperti apa yang kita semua harapkan.

“salah satu bahasan dalam maiyahan padhangmbulan yang saya tulis dan terjemahkan dengan bahasa saya,yang Insya Allah inti dari bahasannya tetaplah sama,jika ada kurang lebihnya mohon maaf,semoga manfaat”
“Sehat Selalu Nggeh Mbah Nun”

_salam_
“tembangtafakuran”

 

Leave a Reply