Kerjasama bukan Bekerja Bersama

kerjasama

 

Pasti pada tau apa itu kerjasama,kalau menurut arti yang ada di masyarakat pada umumnya adalah suatu bentuk kerja yang dilakukan bersama,jika ingin lebih lengkapnya bisa di baca disini.

Nah disini saya akan sedikit membahas tentang kerjasama yang benar itu seperti apa,menurut cara pandang dan kapasitas saya sendiri,yang apabila ada kesalahan dalam pemahaman mohon di maafkan…hehehe

Jika kita mau melihat secara benar,dan dengan berbagai cara pandang dan pikiran yang terbuka,kerjasama itu adalah suatu wujud saling bantu untuk memudahkan suatu pekerjaan ataupun perbuatan yang di lakukan sesuai dengan keahlian dan kapasitas dari masing-masing pihak.

Banyak contohnya jika kita mau melihat,sebagai contoh saya ambil ketika saling kerjasama di lingkungan kerja,banyak yang salah mengartikan dalam hal ini,bahkan jangankan yang berada di posisi bawahan,yang mempunyai posisi atasan pun banyak yang salah mengartikannya lho…..ini realita dan nyata jika kita mau sadar diri dan membuka pikiran kita.

Mereka mengartikan adalah bekerja bersama,padahal yang di maksud kerja sama dalam pekerjaan adalah,saling mengisi dan membantu antar team atau unit sesuai keahlian masing-masing,sebagai contoh,ketika pekerjaan mencatat jumlah daftar pegawai,yang menumpuk banyak dan butuh tenaga extra,wujud kerjasamanya adalah,unit lain membantu mendaftar atau mencatat pegawai pada unit mereka,terus di berikan kepada unit bersangkutan yang bertugas mencatat,bukannya seorang OB atau Teknisi membantu mencatat,jika teknisi membantu dengan menyediakan dan menyiapkan alat yang dipakai dalam kondisi siap.

Dan masih banyak contoh lainnya jika benar-benar mau berpikir secara terbuka dan dengan logika,jika di masyarakat umum,ketika ber gotong royong membangun rumah ibadah misalnya,yang memang ahli kayu,pasang kayu,yang ahli pasang bata,ya memasang bata,bagi ibu-ibu menyiapkan makanan,dll.Itulah kerja sama,bekerja secara bersama sesuai dengan keahlian dan kapasitasnya.

Contoh lagi,seorang programmer kerjasama dengan seorang teknisi hardware,sang teknisi menyiapkan kebutuhan sang programmer,demi kelancaran pekerjaan sang programmer,bukan si teknisi ini ikut membuat script seperti sang programmer,yang ada malah berantakan,soalnya bukan ahlinya.

Kadang hanya dengan alasan agar guyup rukun,gotong royong,dll yang intinya agar kelilhatan bersatu,padahal jelas-jelas itu salah jika benar-benar mau berpikir terbuka.Padahal dengan kita mengerjakan sesuai dengan keahlian kita dan saling mendukung sesuai dengan kapasitasnya,itu sudah merupakan wujud gotong royong dan guyup rukun.

Jika melihat contoh-contoh diatas,sudah sangat jelas apa arti sesungguhnya dari kerjasama,tetapi jika masih menganggap kerjasama adalah bekerja bersama dan dikerjakan bersama sama,mungkin cara berpikir dan logikanya belum berjalan sebagaimana mestinya.

Hal itu bisa disebabkan karena kurangnya bergaul,kurang dalam menyerap informasi,dan cenderung menutup diri,atau bahkan bisa karena takut dan sungkan.

Kejadian seperti ini sering terjadi dan kita alami dalam lingkungan sekitar kita,yang lebih ga enaknya lagi,ketika kita menyampaikan apa yang sebenarnya,berakhir dengan di jauhi dan dimusuhi,aneh kannnn…????

Kalau mau di balik kondisinya,justru yang aneh ya yang memusuhi,kadang kita juga malah di bilang tidak masuk akal,tapi kalau menurut saya,justru merekalah yang akalnya tidak masuk….hehehe (realita dan nyata lho…),malah dikatakan kita tidak mau kerjasama,justru merekalah yang tidak mengerti tentang kerjasama…(bisa iya bisa tidak)

Untuk itulah,mari kita berpikir cerdas,melihat dengan jelas,dan memahami dengan benar,jangan hanya static,mari kita dinamis,jangan bertahan dengan apa yang sudah ada,tapi carilah dari apa yang sudah ada itu kebenaran nya,pahamilah secara benar,dan jika memang tidak mengerti dan memahami bertanyalah,maka kita tidak akan salah jalan,jangan hanya bisa menghakimi tetapi tidak mengetahui secara pasti.

 

_salam_
“by civo”

Leave a Reply