Menerobos Lampu Merah menjadi Hobi

memerobos lampu merah menjadi hobi

Lampu traffic light atau biasa orang menyebutnya lampu merah,memang sudah tidak asing bagi semua orang,biasanya ada di persimpangan jalan,yang memang berguna untuk mengatur para pengendara.

Saya hanya ingin menjelaskan dari segi kejadian sehari-hari yang saya lihat,ketika saya sedang berkendara untuk berangka dan pulang dari kerja,dan saya nggak akan membahas dari segi undang-undang ataupun dendanya lho…??!!

Traffic light ini di buat untuk mengurangi angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya,khususnya di persimpangan yang ramai dan padat lalu lintas,tapi yang banyak dilihat di jalan adalah masih banyaknya orang atau pengendara yang tidak sadar akan manfaat dan kegunaan lampu merah ini sendiri,ada beberapa hal yang sering saya alami ketika sedang berkendara dan berhenti di lampu merah,diantaranya adalah sebagai berikut :

Lampu sudah menyala kuning,malah menambah kecepatan atau ngebut

Ini sering kali terjadi,ketika lampu hijau sudah berganti kuning,tanda persiapan untuk berhenti karena sebentar lagi lampu merah,malah kebanyakan pengendara memacu kendaraannya untuk menghindarinya,saya nggak tau apa mereka ini memang terburu-buru karena sesuatu hajat atau karena memang tidak ada kemauan hanya untuk sekedar berhenti.

Padahal ini sangat berbahaya,jika ternyata tanda pada lampu yang lain sudah menyala hijau,dan bisa berakibat terjadinya kecelakaan,dan tentunya akan merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

Menerobos Lampu yang Jelas Sudah Merah dan tandanya harus berhenti

Nah ini juga ga kalah banyak,banyak pengendara tua ataupun muda,melakukannya.
Jika dilihat tidak ada petugas,maka seenaknya sendiri mereka tetap berjalan walau tanda lampu menyala merah.

Ini jelas sangatlah berbahaya,tetapi nggak tau juga kenapa banyak yang tidak mau menghiraukannya,padahal mereka juga bukan kendaraan dengan prioritas khusus,seperti ambulance,rombongan kenegaraan ataupun konvoi militer.

Mereka tidak memikirkan akibat dari apa yang dilakukannya,jika terjadi kecelakaan,malah cenderung menyalahkan orang lain(ini parah dan buanyak banget),motor atau mobil plat merah pun banyak yang seenaknya sendiri menerobos lampu merah ini.

Kadang saya berpikir,mungkin mereka ini punya hajat khusus yang harus segera mereka tuntaskan,atau hanya sekedar hobi dan sebuah sanjungan kalau mereka ini pemberani ( yaaa pemberani yang salah jalan..hehehe),dan kadang malah jadi sebuah cerita kebanggaan ke teman-temannya bahwa mereka sering menerobos lampu merah.

Berhenti,tetapi memilih tempat teduh

Ini juga banyak terjadi,dan tentu saja pengendara sepeda motor yang melakukannya,mereka ini menaati aturan,tetapi berhenti dengan mencari tempat yang teduh.

Aneh memang,kalau alasan hanya takut kepanasan,ya ga usah pakai motor,dan ga perlu keluar siang hari,atau yang lebih ga masuk akal,karena takut nanti kulitnya jadi gelap..hihihi.

Mungkin suatu saat,di setiap traffic light akan dipasang canopy atau terop(tenda) agar para pengendara sepeda motor tidak kepanasan dan kulitnya tidak menjadi gelap…hehehe

Mereka tidak mau menyadari bahwa apa yang mereka lakukan ini bisa menimbulkan kemacetan,karena banyak pengendara lain yang ikut-ikutan ( budaya asal ngikut).

Mungkin Buta Warna dan Sudah hilang kesadaraannya

Dilihat dari masalah pendidikan,hampir semua orang Indonesia itu sudah mengenal dan mengenyam pendidikan,walau tidak sampai jenjang yang tinggi,dan harusnya sudah pada tahu akan aturan dan etika ketika berkendara di jalan raya.

Atau mereka ini pada buta warna,tidak bisa membedakan mana merah,mana kuning dan hijau,jadi ya harap maklum lah kalau memang buta warna..hehehe

Semua hal diatas sering saya lihat setiap hari,sekali lagi setiap hari,dan pastinya jika di jumlahkan pasti ada ratusan atau bahkan ribuan orang yang melakukannya.
Apa karena mereka bangga dengan melanggar aturan,atau mereka buta warna,dan mungkin ketika mencari SIM mereka ini nembak…(hayoo siapa).

Rasa saling menghargai telah hilang,dimana setiap orang mementingkan egonya sendiri ketika di jalan raya,menjadi sok kuasa dan sok pemberani, menjadikan melanggar aturan adalah sebuah hobi tanpa memikirkan resiko yang bisa terjadi pada dirinya sendiri dan orang lain.
_salam_
“tembangtafakuran”

Leave a Reply