Merasa paling “Yes”

sok-yes

Ada apakah dengan merasa paling yes…??yaa..suatu kondisi munculnya suatu perasaan yang paling dari dalam diri yang tidak kita sadari,bisa merasa paling ganteng atau cantik,paling penting,paling di butuhkan,dan paling-paling lainnya.

Pastinya kita pernah merasakan ataupun melihat,bahkan keseharian kita selalu bersama dengan orang-orang yang merasa paling yes ini,yang jika disadari hal ini sebenarnya membuat lingkungan sekitar merasa tidak nyaman.

Tapi bagi pelaku atau orang yang sedang mengalami hal ini,hal itu tidak menjadi perhatian mereka,bahkan mereka merasa biasa saja dengan apa yang sedang mereka lakukan.

Kenapa bisa seperti itu….???karena kebanggaan dalam diri yang muncul dengan apa yang pernah kita lakukan dan mendapat sebuah apresiasi dari banyak orang,dan hal itu membuat kita lupa akan kontrol diri.

Mungkin ketika kita mendapat sebuah tugas dan mandat,kita bisa melakukannya dengan baik,dan di tambah dengan bumbu-bumbu penyedap dari beberapa orang dekat yang ada di sekitar(seperti promosi tentang kita itu gimana dan yes),sehingga membuat banyak orang ataupun lingkungan menjadi perhatian ke kita.

Sikap merasa paling yes ini,akan semakin bertambah menjadi-jadi jika lingkungan mendukung,walau tanpa tahu seperti apa yang sebenarnya,hingga akhirnya kita bisa terlena,karena merasa kita paling di antara yang lain.

Sebagai contoh mudah jika kita cowok dan bujangan,dan dalam sebuah lingkungan kerja,karena kita merasa paling penting,atau bahkan paling dekat dengan orang-orang penting dan selalu menjalankan tugas-tugas penting,dengan YES nya kita tebar pesona ke banyak cewek yang ada di sekitar kita.

Bahkan tanpa malu pun menawarkan diri untuk berkenalan,atau bahkan menawarkan nomor Telp/Hp untuk di simpan,bahkan banyak juga yang belum apa-apa sudah cerita sana cerita sini,padahal kenal dan bicara langsung saja belum pernah.

Tapi banyak orang yang mempercayainya,karena kebanyakan orang melihat dari prestasi kita yang memang lagi dalam kondisi puncak,padahal kenyataan yang terjadi,jauh dari apa yang di ceritakan.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang sebenarnya kita sering mengalaminya sendiri,memang jika kita dalam kondisi seperti itu kita tidak akan merasakan bahwa kita merasa paling yes,kita perlu orang lain untuk melihat dan mengingatkan apa yang kita perbuat.

Bagaimana mengatasinya,menurut saya pribadi yang pertama kali kita lakukan adalah,jika kita mendapat tugas dan kita berhasil mengerjakan dengan baik dan benar,janganlah kita merasa bahwa itu adalah prestasi,anggaplah itu kewajiban kerja yang memang harus kita lakukan dan kerjakan.

Semua pujian apapun tentang keberhasilan kita,angaplah sebagai sebuah do’a sebagai penyemangat untuk kita menjadi lebih baik,hilangkan dan kendalikan sikap kebanggaan dalam diri,tanamkan sebuah pemikiran bahwa semua ini berhasil karena dikerjakan dengan adanya kerja sama,jadi tidak ada satupun yang terhebat.

Jangan pernah berpikir bahwa dengan posisi jabatan,ataupun ijazah apa,kerjaan yang kita kerjakan berhasil,hingga pekerjaan itu di berikan ke kita.

Semua rekan dan teman kerja itu sama dengan kita,sesuai dengan kapasitas dan keahlian yang dimiliki masing-masing,jadi tidak ada alasan lagi untuk merasa paling YES,jika ada yang jadi ketua,pimpinan,ataupun jabatan lain,itu hanya karena kita dipercaya oleh mereka,mereka memberi kita amanah untuk menduduki jabatan-jabatan itu.

Jadi sebisa mungkin kendalikanlah sikap Merasa paling YES ini,karena lebih banyak berdampak negatif dari pada positifnya,berlakulah secara biasa tanpa ada rasa luar biasa,berlakulah dengan sopan,tanpa ingin dianggap paling sopan,dan yang terakhir semoga kita semua terhindar dari sikap Merasa paling YES ini.

Demikianlah sedikit obrolan dan ulasan saya tentang Merasa paling YES,semoga bisa menjadi manfaat,dan apabila ada salah dalam kata mohon dimaafkan.

 

_salam_
“by civo@TembangTafakuran”

Leave a Reply