NGACA DULU DEH..!!

ngaca-dulu-deh

 

sekilap.info

HEI KAMU !

iyya kamu yang sekarang lagi baca post ini. Siapapun kamu dan dimanapun kamu berada berhentilah untuk menjadi orang lain demi mengharap dan mendapat simpati dari orang. Berhentilah berpura-pura menjadi orang lain dengan harapan semua orang akan menyukaimu. Iyya, mungkin mereka menyukaimu pada awalnya. Dan akhirnya ? Kamu akan tau sendiri jawabannya.

Apalagi berpura-pura baik didepan orang lantas dengan mudah membicarakannya dibelakang. Lho, kok gitu sih?

Salah satu aktifitas yang mengasyikkan bagi sekumpulan orang di kantor saya setiap harinya adalah membicarakan orang. Tidak jarang saya menemukan orang-orang yang berkumpul disuatu tempat, mereka tidak membicarakan orang lain. Dan sekian pembicaran yang disampaikan ada sedikit-banyak pembahasan tentang orang lain. Kadangkala saya juga termasuk orang yang melakukan itu. Saya nggak munafik kok,memang begitu. Astaghfirullah.

Dari kegiatan ini, saya menarik beberapa alasan mengapa selalu ada topik untuk memperbincangkan orang lain. Hmm..

Satu,orang yang membicarakan itu tidak memiliki aktifitas atau menganggur. Sehingga tidak ada aktifitas lain kecuali membicarakan orang.

 Dua, masalah yang dibicarakan membuat speaker tertawa. Artinya, membicarakan orang lain sebagai bahan tawaan bersama.

 Tiga, karena orang yang dibicarakan adalah orang yang dibenci. Alasan ini yang membuat sebagian rekan semangat dan hobi membicarakan orang lain supaya orang lain juga ikutan memandang jelek yang dibicarakan. Dia akan lebih senang melihat orang yang dibenci juga dibenci orang lain.

 Empat, ada tujuan tertentu. Kalau yang dibicarakan sesuatu yang baik, itu tidak masalah. Masalahnya yang sering dijadikan pembicaraan di kantor saya adalah sesuatu yang jelek. Sebagian orang beralasan ketika membicarakan orang lain, karena apa yang dibicarakan itu ada fakta yang membenarkan pembicaraan. Alasan seperti ini sangat tidak benar.

Sevalid apapun fakta itu, tidak bisa dijadikan pembenaran untuk membicarakan kejelekan orang lain.

Setiap kali kita merasa orang yang paling baik, paling benar, menceritakan orang lain dengan keburukan yang ia miliki tanpa memandang diri sendiri. Lidah kita pandai mengolah kata demi kata memunculkan gosip baru, sibuk menilai pribadi orang lain tak pernah menilai kekurangan diri. Ibarat pepatah “Gajah Di Pelupuk Mata Tak Tampak, Semut Di Seberang Lautan Tampak”. Sebuah peribahasa yang menyatakan kecenderungan seseorang dengan mudah melihat kesalahan atau kekurangan orang lain, namun sebaliknya sangat sulit untuk melihat kesalahan atau kekurangan dirinya sendiri.

Sebelum mengoreksi orang lain sebaiknya kita bercermin terlebih dahulu, memperbaiki diri jauh lebih penting ketimbang mengomentari orang lain. Tak perlu banyak berkomentar tentang hidup orang lain, jika hidup orang lain terlihat baik cukuplah meniru kebaikannya. Jika hidup orang lain buruk cukup menjadikannya pelajaran bagi kita. Lebih baik koreksi diri sendiri dan lakukan perubahan untuk pribadi serta hidup bahagia tanpa memusingkan orang lain. Itulah kunci hidup tenang.

Kalau semua orang ingin dimengerti, jadinya siapa yg harus pengertian? Kadang banyak bicara bisa bikin kita lupa untuk mengerti orang lain. Ada dua telinga sebagai tanda bahwa mendengar harus lebih banyak dari bicara.

Manusia itu memang jauh dari kata sempurna. Dan kita sebagai manusia seharusnya saling mengingatkan dengan cara yang baik. Kalau memang mau mengkritik orang.. ehmmm.. NGACA DULU DEH..! ^_^

 

kiriman dari t.i.a.r.a

 

_salam_

Leave a Reply