Yuk,Berumah-Tangga…!!!

berumah tangga

sekilap.info

Senang sih. Melihatmu menebak-nebak isi hatiku. Sengaja. Menyembunyikan cinta agar tak kentara. Kau tahu. Lihatlah bukit hijau rindang di kaki gunung himalaya. Belum apa-apa. Jika kau bandingkan rinduku yang membuat bumi terlanda gempa.

Sumpah deh. Gimana gitu.

Senang sih. Melihatmu menebak-nebak. Seberapa besar cintaku padamu. Sengaja. Agar kau tak merasakan. Sebuah debar saat kusyairkan namamu di penaku. Kau tahu. Berlian indah berkilauan. Belum seberapa. Jika kau bandingkan cintaku yang membuat bumi lupa berdiam di porosnya. Sumpah deh. Gimana gitu**

 

Apa yang terlintas pertama kali ketika mendengar kata “pernikahan” ?

Buat yang sedang falling in love, atau

Sedang mencari tulang rusuknya kaya yang nulis gini,

idul kurban kalee cari tulang rusuk …. hahahaha 😀

Apa hayyooo apaa?? 😉

Eits, jangan baper dulu ^_^

Apa sih yang sebenarnya kita impikan dari pernikahan?

Meriahnya pesta atau perjalanan setelahnya?

Banyak diantara kita yang mengukur pernikahan dengan mahalnya mahar, meriahnya pesta resepsi. Tapi menurut sudut pandang saya, pernikahan yang baik adalah pernikahan yang didalamnya terdapat hati yang sehat, jiwa yang kuat. Walahhh… apa-apa’an ini? Jargon tetangga sebelah deh tuh!..

Kok Hati yang sehat, maksudnya?

Iyya, hati yang penuh akan kebutuhan tentang surga. Dimana ketika sudah menikah fokus utamanya adalah bagaimana caranya meniti dan menggapai surganya sekeluarga. Bukan lagi surganya sendiri.

Menjaga satu sama lain agar tetap berada dalam jalanNya. Memastikan bahwa masing-masing dari kita, apa? Kita? Iyya, kita, aku dan kamu, iyya kamu, kamu yang baca tulisan ini.. hehehehe…

Kita yang tetap ingat bahwa tujuan akhir bukanlah dunia semata.

Ahh, indah bukan rumah tangga yang berfokuskan surga?

Kadang kala saya sering mengamati pasangan kakek dan nenek yang saya temui ketika bepergian, mereka pasangan yang sederhana tetapi tetap terlihat romantis dengan caranya sendiri. Banyak hal yang mengingatkan saya bahwa untuk romantis tidak selalu memerlukan bunga, bukan bunga bangkai loh yaa!! Kalau bunga bank nggak apalah yaa.. hehehe 😀

Untuk romantis tidak selalu memerlukan uang, apalagi uang untuk beli apartemen dan tanah supaya dapat “kesempatan”  jalan terus hingga ada “dana umum” dari Bank. Hehe.. Monopoly ahh..!

Untuk romantis, Cukuplah saling mengingatkan dalam ibadah juga kebaikan, itu adalah romantis yang sesungguhnya. Romantis yang begitu takut pasangannya tergelincir kesalahan yang bisa saja akibatnya neraka.

Bagi saya, pernikahan bukanlah masalah pesta, mahar, seserahan, dan printilan-printilan semacamnya. Tak apa ia (pernikahan itu) terlaksana dengan sederhana asalkan rumah tangga saya nantinya penuh keberkahan juga ketentraman. Memiliki rumah tangga yang sehat dengan anak-anak yang sholeh dan sholeha adalah mimpi bagi setiap pasangan bukan?

Tidak masalah, bila pesta pernikahan kita hanya berlangsung sederhana asalkan rumah tangga kita kaya akan iman dan taqwa.

Karena nilai sebuah pernikahan bukan terletak dari seberapa meriahnya pesta, tapi bagaimana cara suami juga istri menghadapi rintangan didalamnya. Pernikahan itu tentang keteguhan keduanya menjalani rumah tangga berdasarkan prinsip agama. Karena pernikahan bukan hanya sekedar pesta. Pernikahan adalah sebuah proses bagaimana caranya mengarungi jalan menuju surga bersama. Bagaimana dengan anda?

Tulisan kiriman dari t.i.a.r.a

_salam_

Leave a Reply