Permainan Kotor Menjadi Idola

permainan kotor menjadi idola

Masyarakat menilai seseorang itu baik ataupun jahat bukan hanya berdasar pada penilaian objektif dari sudut pandang ajaran agama, adab sopan santun dan baiknya budo pekertinya. Seseorang menilai orang lain hanya berdasar pada sesuatu yang sifatnya subjektif semata.

Salah satu contoh yang sering terjadi adalah,ketika seseorang member sebatang rokok,lantas si pemberi ini dianggap seseorang yang dermawan, orang mentraktir sepiring nasi pecel lantas di sebut orang yang baik hati, begitu pula seperti masa kampanye, banyak yang mengumbar janji, dan bermulut manis,lantas dianggap sebagai seorang yang memperjuangkan rakyat,dsb yang sebenarnya banyak terjadi di sekitar kita,dan hal itu merupakan sebuah realita dan nyata.

Menilai Hanya dari Luarnya

Masyarakat menilai manusia lainnya dengan hanya berdasar pada yang terlihat dan tampak di luar,hal ini pastinya membuat orang yang berperilaku buruk akan kegirangan, mereka akan menggunakan apa saja untuk menyembunyikan kebusukannya, agar terkesan alim, suci , dan baik hati.

Permainan yang di mainkan seakan adalah sesuatu yang positif dan baik,tapi itu semua hanya sebuah bungkus untuk menutupi permainan kotor yang sebenarnya sedang dimainkan oleh orang-orang yang memang dalam diri dan pikirannya sudah di penuhi oleh kebusukan.

Mereka ini justru selalu mendapat posisi ataupun tempat dimata masyarakat, ataupun jika di lingkungan kerja, mereka juga malah menempati posisi-posisi yang bisa dibilang strategis.

Jika orang yang logika dan cara berpikirnya terbuka, pastinya akan mengetahui hal ini, bahkan orang ataupun masyarakat pada umumnya pun mengetahui nya, walau mereka tahu bahwa orang – orang yang sudah mereka percayai, mereka hormati, bahkan mereka sanjung adalah seseorang yang penuh kebusukan dan aktor yang hebat dalam memainkan perannya.

Jenjang Pendidikan Menjadi Ukuran

Semakin tinggi tingkat pendidikan juga akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam penilaian masyarakat umum, banyak yang beranggapan bahwa mereka dengan pendidikan tinggi itu pasti manusia pilihan, tiada cela dan selalu berpikiran hebat.

Tetapi kenyataan yang banyak terjadi, justru mereka inilah yang banyak menyebabkan sesuatu yang harusnya berjalan dengan baik dan benar, menjadi sesuatu yang berjalan dengan buruk dan penuh kebetulan bahkan terkadang menjadi semakin ribet dan ruwet.

Segala hal tersebut ujung- ujungnya adalah uang,yaa…uang,siapa sih yang tidak membutuhkan uang, cara apapun akan di tempuh hanya untuk mendapatkan apa yang disebut uang, tidak peduli itu nanti akan membawa dampak positif ataupun negatif, demi uang mereka akan menempuh jalan apa saja,bahkan permainan kotor pun akan dengan mudah dilakukan tanpa beban.

Apa Masih Ada Orang Baik dan Tulus

Jika berbicara mengenai apakah memang orang baik di dunia ini sudah punah, jawabnya adalah belum.

Kenapa yang berperilaku baik malah tidak dipakai,tidak dipercayai,tapi justru orang yang sudah jelas punya perilaku buruk malah menjadi panutan,mendapat segudang kepercayaan ??

Karena orang yang punya perilaku baik dan bertanggung jawab tidak pernah menonjolkan diri mereka,cenderung bersikap apa adanya tanpa dibuat-buat,dan ini mengakibatkan mereka dibenci dan dimusuhi oleh orang-orang yang berperilaku buruk atau menyimpang,karena mereka dianggap sesuatu yang berbahaya.

Membahayakan bagi permainan kotor yang selama ini mereka jalankan,karena orang yang punya perilaku baik,mereka punya prinsip dan idealism yang kuat dalam diri mereka, hingga mereka tidak akan pernah mau untuk mengikuti permainan kotor yang sudah berjalan.

Dan anehnya justru orang-orang penuh tanggung jawab ini akhirnya hilang dan tersisih, ini terjadi dimanapun,di masyarakat,lingkungan kerja dan segala aspek dalam kehidupan, dan memang seperti inilah realita kehidupan yang terjadi saat ini.

Dimana nurani sudah mati, Kebenaran menjadi kebetulan, Kecurangan menjadi sebuah Kepercayaan, tetapi yakinlah orang-orang yang baik,orang ber budi pekerti dan mempunyai nurani itu masih ada, dan akan terus ada.

 

_salam_
“tembangtafakuran”

Leave a Reply