Riyanto Sang Pahlawan Pancasila

riyanto sang pahlawan pancasila

Enam belas tahun lalu, tepatnya pada 24 Desember 2000, di mana Riyanto seorang anggota banser NU mendapat tugas untuk mengamankan jalannya misa Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto, Jawa Timur.

Pada awalnya, Misa yang dilakukan di Gereja Eben Haezer itu berjalan lancar dan khusyu’. Akan tetapi keadaan menjadi agak kacau saat salah satu anggota jemaat menemukan dan mencurigai sebuah bungkusan plastik yang ada dalam Gereja.

Riyanto yang saat itu berada dilokasi dengan sigap memeriksanya di depan pihak keamanan Gereja. Riyanto merasa curiga dia segera berteriak “TIARAAAP!”Setelah melihat apa yang ada didalam bungkusan plastik tersebut dan kemudian terjadilah kepanikan di dalam Gereja.

Dari cerita beberapa orang yang melihat kejadian tersebut,Riyanto berusaha berlari menjauh dengan mendekap bungkusan plastik itu,karena memang sudah tidak ada waktu lagi untuk mengamankannya.Namun Tuhan berkehendak lain,belum sempat untuk membuangnya di tempat aman,bungkusan yang ternyata bom itu meledak.

Daya Ledak bom ini cukup besar. Pagar tembok di seberang gereja roboh, kaca-kaca lemari dan etalase sebuah studio yang berada di depan gereja Eben Haezer pun hancur semua. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi pemuda tersebut. Tubuh pemuda tersebut tak hanya terpental, tapi berhamburan. Tiga jam pasca kejadian, beberapa sisa tubuh pemuda tersebut ditemukan berceceran hingga sekitar 100 meter dari pusat ledakan. Sungguh menyedihkan!

 

Hanya dari bagian tubuh yang ditemukan masih terbalut seragam disitulah tertera nama Riyanto,sebuah nama yang pantas mendapat gelar pahlawan.

 

Pria Muslim yang lahir dari pasangan Sukarnim dan Katinem di Kediri, 23 November 1975 itu ditugaskan oleh GP Ansor Mojokerto untuk ikut serta mengamankan perayaan malam Natal.dia seorang muslim sejati yang demi orang dan umat lain yang sedang merayakan Natal,rela mengorbankan Nyawa.bahkan dari apa yang telah dilakukannya Gus Dur pernah berujar “Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan. Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya,”

untuk mengenang pengorbanannya, sisa seragam Riyanto jadi salah satu pengisi diorama di Museum NU Surabaya. Seragam lorengnya memang tampak pucat dengan kondisi compang-camping dan berbekas darah mendiang Riyanto yang masih menempel, tapi bagi siapa pun yang menyaksikan langsung, mereka pasti akan merasakan spirit kemanusiaan sosok Riyanto.

Selain itu, pada tahun 2008 nama Riyanto dijadikan nama program beasiswa oleh The Wahid Institute. Tidak hanya itu, nama Riyanto juga dijadikan nama salah satu jalan di Prajurit Kulon Mojokerto.
Saat ini tidak ada artinya sama sekali, penghargaan-penghargaan yang telah kita berikan kepada pahlawan kemanusiaan itu. Harusnya kita bisa belajar dari pengorbanan Riyanto ini, tapi malah ada pihak-pihak yang berjiwa kerdil,berpikiran pendek dan melakukan tindakan konyol yang bertentangan dengan perjuangan mulia Riyanto.

“Jika Riyanto rela mengorbankan jiwanya agar umat Nasrani bisa aman dalam merayakan hari kebesaran Agamanya, tetapi saat ini ada pihak-pihak yang berusaha menghalangi orang untuk beribadah.”

“Jika Riyanto yang Muslim dengan gagah berani ikut menjaga dan mengamankan Gereja, tetapi sekarang orang-orang yang (sok) gagah menghalang-halangi pembangunan Gereja,dan masih banyak lagi yang lainnya.”

 

Betapa bodohnya kita ini, karena tak juga belajar dari pengorbanan orang lain. Betapa berdosanya kita pada Riyanto.
Tentu saja keyakinan orang boleh saja berbeda-beda. Pastinya ada orang yang tak setuju dengan artikel ini dan menganggap apa yang dilakukan Riyanto adalah sebuah hal bodoh karena menyelamatkan orang-orang kafir. Tapi, marilah kita berhenti sejenak dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang kita sebagai manusia.

Jangan memakai sudut pandang Tuhan yang kita sudah pasti tidak tahu. Apapun itu, Riyanto menyelamatkan banyak nyawa. Dari sudut pandang manusia biasa, tidak ada yang buruk dan tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukannya.

 

_salam_
“tembangtafakuran”

Leave a Reply