Sahabat Jadi Cinta,Tetapi….

 sekilap.info

Kita tak pernah tahu dan berencana untuk jatuh cinta dengan siapa dan darimana,tetapi semua itu berawal dari kebiasaan , ya..cinta itu bisa diundang dan datang pada siapa. Kalau pepatah jawa mengatakan “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Cinta bisa datang dari Persahabatan, misalnya.Persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang memang rawan soal perasaan, yang akhirnya bisa jadi jatuh cinta?

Memang benar semua berawal dari rasa nyaman yang akhirnya bisa menimbulkan perasaan. Tak heran jika banyak orang akan meragukan terjalinnya persahabatan antara laki-laki dan perempuan.

Apa iya itu merupakan sebuah persahabatan yang tanpa adanya perasaan lain? Kalai melihat kisah sahabat jadi cinta memang cukup menarik. Tidak heran jika di dunia perfilman banyak yang mengangkat kisah ini untuk menarik para penontonnya.

Dan yang paling diingat dan bisa dijadikan contoh adalah film “Heart” yang sempat tenar di jamannya, dimana si rachel (nirina) ternyata jatuh cinta dengan farel (irwansyah),sahabatnya sendiri. Sampai sinetronnya pun juga di buat. Bahkan banyak juga lagu dan buku yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari sahabatan.

Kenapa bisa terjadi? Mungkin kita juga merasakan atau bahkan mengalaminya langsung dikehidupan nyata. Lalu, apakah sebenarnya boleh seorang sahabat menjadi kekasih atau cinta? Ya Jelas Bolehlah,asal perlu di Ingat.. Cinta Itu Benar-Benar sebuah Cinta yang tulus atau tidak?

Jangan-jangan hanya karena perasaan nyaman dan saling memahami, yang dulunya membuat kalian bersahabat,hingga membuat saling curhat. Apalagi curhat pada teman atau sahabat yang berbeda jenis atau lawan jenis itu memang lebih menyenangkan.

Kenapa bisa menyenangkan? Karena laki-laki dan perempuan punya cara pikir dan cara pandang yang berbeda dalam menyikapi suatu hal. Suatu contoh, si perempuan punya masalah dengan kekasihnya. Dengan curhat pada sahabat laki-lakinya dia berharap sahabatnya bisa menjelaskan mengapa “laki-laki bisa gitu?”. Begitu juga sebaliknya,tetapi rasa nyaman ini juga bisa mengaburkan perasaan yang kamu rasa. Misalnya, kamu baru saja putus. Sebagai sahabat, dia mendengarkan curhatmu, memberi solusi dan bahkan menemanimu. Tapi entah kenapa,kamu merasa dia punya perasaan lebih padamu? Lho, bukannya sahabat memang harus ada di setiap suka dan dukamu,dan hal ini sering terjadi pada laki-laki maupun perempuan.

Hal seperti inilah, yang harusnya membuat kita hati-hati,karena mungkin itu hanya salah satu efek dari rasa galaumu saja. Kamu jadi sering merasa kesepian,jika sudah begini, yang ada kamu akan membuat sahabatmu sebahgai pelarian.

Sebaiknya pikir dengan matang terlebih dulu,bahwa kedepannya, hubunganmu tidak akan selalu bahagia, jika kamu dan dia memutuskan bersama. Ingat juga, bahwa hubunganmu tak punya jaminan akan selalu happy ending. Meski kalian bersahabat pada awalnya,sedikit banyak sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing,tetapi dalam sebuah hubungan pasti ada risikonya !

Pikirkanlah sekali lagi. Jika suatu saat kalian putus, Apa hubunganmu dengan dia akan menjadi baik-baik saja seperti pada awalnya,ketika kalian bersahabat? Itu adalah suatu kemungkinan terburuknya yang mungkin saja terjadi.

Dari bersahabat menjadi cinta, lalu menjadi musuh? Gak enak banget kan. Kamu dan Dia memang lebih baik bersahabat, tidak lebih.. Coba ingat kembali bagaimana kalian pertama dulu bertemu dan sampai menjadi sahabat. Lalu, tanyakan pada diri sendiri, seperti apa perasaanmu sebenarnya. Setelah itu tanyakan juga padanya. Tidak ada yang salah dari sebuah perasaan. Yang salah adalah ketika kita tidak dengan jujur mengungkapkannya. Bisa jadi sahabatmu memang jodohmu,Tetapi…. harus di ingat juga, ketika dalam kondisi sebaliknya,dalam kondisi yang tidak sesuai dengan harapanmu.Dan mungkin yang terbaik adalah “Karena kalian lebih baik bersahabat, tidak lebih”.

 

_salam_

Leave a Reply