SAMPAIKAN SALAMKU UNTUKNYA

sampaikan salam untuknya

Yaa Rabb, beri aku kekuatan untuk mengingat-Mu lebih dari siapapun..

Untuk membunuh kejenuhan saya malam ini akan saya tulis sebuah surat. Kepada orang terpenting dalam hidup saya walaupun sekarang entah ada dimana. Bisa dibayangkan, menulis surat tapi penerima pun tidak jelas. Kacau? Tidak. Silahkan nikmati saja..!

Surat pertama:

Teruntuk kamu di masa lalu...

Mengenalmu adalah hal yang tidak akan pernah saya sesali,

Karena mengenalmu membuat saya tersadar seberapa bodohnya diri ini.

Karena mengenalmu menunjukkan bagian-bagian yang salah dalam diri ini.

Karena mengenalmu juga saya belajar berhijrah seperti sekarang ini.

Pernah saya membaca sebuah tulisan dari Abu Abdullah Al-Qusyairi bahwa hakekat cinta ialah jika kamu memberi, maka kamu memberikan semua yang kamu miliki kepada yang kamu cintai. Saya setuju, bahkan logikanya memanglah demikian.

Sebab saya percaya, cinta bukanlah sesuatu yang buru-buru, melainkan butuh waktu. Dan untuk sekarang, cukup dalam doa untuk bertemu.

Surat kedua:

Teruntuk kamu di masa depan…

Saya dan kamu sama,

Sama-sama harapan yang belum tahu kapan akan disatukan.

Dan hanya Allah, yang Maha Tahu kapan akhir kisah kita ditetapkan.

Terimakasih untuk kamu yang sempat mendoakan dalam diamnya. Entah dimana kamu kini berada, saya percaya sumbangsih do’amu merupakan salah satu penguat hati saya yang rapuh ini.

Barangkali saya belum tahu namamu, belum tahu seperti apa bentuk dagumu. Tapi do’a-do’amu telah lebih dulu melembutkan hati saya.

Tentu saja kamu nyata, entah pernah saya kenali sebelumnya atau bahkan memang belum sempat diperlihatkan. Tapi saya yakini, kamu nyata. Begitulah cara saya berpikir sederhana bahwa pada ujungnya kita akan disatukan.

Jika pada akhirnya kamu adalah jawaban dari doa-doa yang selama ini saya semogakan, saya akan sangat sangat bersyukur karena Allah telah memberikan apa yang saya inginkan. Namun, jika pada akhirnya kamu bukan jawaban dari setiap doa-doa yang saya haturkan pada Allah, saya akan dengan bersabar menerimanya karena saya yakini Allah telah memberi apa yang saya butuhkan.

Sesederhana ini saya mengharapkanmu untuk segera disatukan.

Sekian.

kiriman dari “t.i.a.r.a”

Leave a Reply