Tak butuh PengAKUan

takbutuhpengakuan

 

Dalam kehidupan yang kita jalani,pasti setiap individu ataupun kelompok menginginkan sebuah pengakuan akan apa yang di lakukan dan dikerjakan.Walau itu hanya sebuah pujian dan sanjungan.

Segala cara di tempuh dan dijalani untuk mendapatkan sebuah pengakuan ini,bahkan banyak diantaranya dengan merendahkan pihak lain,dengan melakukan fitnah,menjadi orang yang suka mengadu domba,menjadi tidak berpendirian dan berpihak kepada siapa yang saat itu dihadapi.

Sikap ingin mendapat pengAKUan ini,sering menjadi sebuah pemicu perpecahan,di lingkungan sekitar,bisa di lingkungan tempat tinggal,ataupun pada lingkungan kerja.

Mau diakui ataupun tidak,di pandang hebat atau tidak,asalkan kita sudah melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita pada lingkungan tenpat tinggal ataupun lingkungan kerja,tanpa merepotkan pihak lain,itu sebenarnya sudah merupakan sebuah pengakuan akan berhasil tidaknya apa yang kita lakukan,tanpa perlu sebuah pujian atau sanjungan.

Sama seperti ketika kita diberikan sedikit rejeki,dan kita membaginya kepada tetangga,teman atau orang yang berhak,dilakukan dengan apa adanya,tanpa perlu diceritakan kepada banyak pihak,tanpa disadari kita sudah mendapat pengakuan yang hakiki dari Sang Pencipta,tanpa perlu pengakuan-pengakuan dan pujian juga sejuta sanjungan dari orang yang hanya HambaNya.

Itu semua berlaku dalam hal apapun yang kita lakukan,seperti saat gotong royong di sekitar tempat tinggal,bekerja sesuai dengan apa yang di kerjakan jika di tempat kerja,dll nya.

Bagi orang-orang ataupun kelompok yang memang menginginkan adanya pengakuan dari pihak tertentu,semua hal itu diatas memang tidak berarti,karena dengan adanya pengakuan,tujuan-tujuan mereka akan terlaksana,dan membuka jalan untuk mencapai tujuan yang lebih besar kedepannya.

Memang,pujian dan sanjungan bisa membuat setiap orang lupa diri,bagi mereka yang menginginkannya,semua itu adalah sebuah pencapain yang menurut mereka akan membawa sebuah keuntungan.Belum lagi rasa bangga pada dirinya dan merasa paling penting paling dibutuhkan,pokoknya serba paling dan paling dan paling …..

Bahkan sampai mengakui apa yang tidak mereka kerjakan itu adalah hasil mereka,mungkin yang seperti ini sudah kategori sangat-sangat butuh pengakuan,dan ini banyak terjadi di lingkungan sekitar kita,dan selalu bersinggungan dengan keseharian kita.

Sedangkan,orang yang tidak butuh pengakuan kadang terasa tersisih dari lingkungan,bahkan cenderung untuk di jauhi.Tapi jika mau jujur,orang-orang yang tidak membutuhkan pengakuan inilah yang sebenarnya benar-benar diakui lingkungan sekitarnya,kenapa cenderung di jauhi,karena semua butuh pengakuan,semua butuh dan ingin pujian dan orang-orang yang tidak membutuhkan pengakuan ini,tidak butuh semua itu.

Apapun yang dikerjakan dilakukan dengan sebagaimana mestinya,tanpa perlu di bumbui keinginan-keinginan,itu semua menurut saya sudah merupakan pengakuan yang tiada nilainya,dan tidak bisa di bandingkan dengan pengakuan-pengakuan yang berupa pujian atau sanjungan.

Satu hal yang selalu saya tanamkan dalam diri saya,keluarga,dan mungkin rekan-rekan kerja saya,bahwa lakukan apapun yang harus dilakukan,hentikan jika itu harus di hentikan,kerjakanlah jika itu merupakan suatu pekerjaan,jalani semuanya seperti kita jalani rutinitas kita sehari-hari,Semua itu adalah sebuah pengakuan yang tidak ternilai dan tidak bisa di bandingkan oleh apapun,dan mau diakui ataupun tidak,mereka orang-orang yang selalu butuh pengakuan,pasti mengakui akan apa yang kita lakukan.

“Pengakuan akan datang denga sendirinya dan tak perlu diharapkan bahkan dicari,karena Kami Tak Butuh PengAKUan

 

_salam_

Leave a Reply