Tut Wuri Hanjegali , Kelicikan Menghambat Segalanya

tut wuri hanjegali

Ungkapan dari judul diatas adalah sebuah sindiran dari ungkapan yang sebenarnya,yaitu “tut wuri handayani” yang bermakna bahwa ketika berada di belakang seseorang bersedia mengikuti dengan segala kelebihan yang dimiliki,walau hanya mengikuti,tetapi bermanfaat,berguna atau bertindak positif untuk mendukung dan ikut membantu orang yang berada di depan ( pemimpin ),tetapi realita yang ada hal itu justru terbalik dan bertindak yang tidak semestinya,yang seharusnya “tut wuri handayani tetapi malah menjadi “tut wuri hanjegali” ( yang di belakang justru berusaha menghambat kemajuan ataupun perubahan untuk menjadi lebih baik ).

 

Menghambat Keberhasilan dan Kesuksesan

 

Semua manusia hidup bukan hanya untuk mencari sandang,pangan,dan papan, manusia perlu mencari teman,sahabat,mitra dalam bekerja dan semua hal yang berhubungan dengan kemasyarakat dan pergaulan, yang nantinya bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh kecil, ketika menjadi seorang anak buah,bekerja kepada orang lain, ataup perusahaan , sudah seharusnya berpegang teguh pada prinsip “tut wuri handayani” yang pastinya akan membawa manfaat dan berguna bagi perusahaan tempatnya bekerja, semua tugas dan beban kerja yang menjadi tanggung jawabnya diselesaikan dengan baik dan memuaskan, sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang dimiliki dan hal ini tentunya akan membawa dampak yang positif bagi perusahaan tempatnya bekerja.

Tetapi kenyataan yang ada, banyak orang atau pekerja yang bermental sebaliknya yaitu “tut wuri hanjegali” mereka ini suka menghambat aktivitas orang lain yang dianggap lebih berhasil dan lebih dibutuhkan daripadanya. Orang seperti ini di posisi apapun entah itu di depan,ditengah ataupun dibelakang, mereka suka menghambat dan cenderung mencari kelemahan orang lain agar aktivitas ataupun pekerjaan yang dilakukan menjadi gagal.

Jika mereka ini berada di depan atau di tengah , mungkin masih mudah terlihat dan lebih bisa teratasi , namun jika posisi mereka ini ada di belakang,pergerakan mereka tidak terlihat alias kasat mata, mereka bergerak di belakang layar sehingga sulit untuk di pantau.

Orang yang mempunyai sifat seperti ini , jika mau berpikir secara luas dan dengan logika yang masuk akal , sebenarnya menyesatkan diri mereka sendiri dan lebih luasnya lagi , juga merugikan orang lain , teman ,atasan , dan lingkungan kerja nya, orang seperti ini bisa di katakan licik karena mereka tidak terdeteksi,segala cara ditempuhnya agar orang-orang yang tidak disukainya gagal dalam melaksanakan tugas dan hilangnya kepercayaan pada orang-orang yang tidak disukainya.

Baca Juga : Ing Ngarsa Ngusung Bandha

Mengikuti Hati Nurani

 

Manusia merupakan makhluk hidup paling mulia , dengan dasara itulah sudah seharusnya jika selalu berbuat kebaikan terhadap sesama dan makhluk lain di alam semesta ini, bertindaklah sesuai hati nurani , agar segala sesuatu berbuah kebaikan, membawa hal positif dan bermanfaat bagi kehidupan. Dengan mengikuti hati nurani manusia akan terbebas dari jurang kesesatan.

Sejahat dan sekejam apapun , setiap orang pasti masih mempunyai hati nurani , hati nurani yang hidup akan membuat setiap orang perlahan menuju sifat dasarnya ketika dilahirkan , yaitu dalam kondisi yang baik dan jauh dari segala hal berbau negatif.

Sebaliknya jika hanya menuruti hawa nafsu , maka akan menjadi budak dari nafsu itu sendiri , walaupun ini alamiah ,tetapi jika tidak dikendalikan akan berakibat buruk , salah satu contohnya adalah keserakahan. Orang yang serakah bisa melakukan apapun hanya untuk mengikuti nafsu nya, Mereka akan tega menjegal orang yang tidak disukainya , menghambat siapapun yang dianggap menghalanginya.

Agar tidak terjebak dalam “tut wuri hanjegali” kembalilah kepada hati nurani , kebersihan jiwa dari buruk sangka , curiga dan sesuatu yang negatif lainnya, jika berhasil kembali kepada tulusnya nurani maka kebaikan dan kebenaran sejati akan hadir dengan indahnya di dalam diri,dan hal itu tentunya akan membawa manfaat bagi siapa saja, dimana saja dan bermanfaat juga untuk semua aspek di kehidupan.

 

_salam_
“tembangtafakuran”

Leave a Reply