Jangan Mengurusi Kehidupan Orang Lain

jangan urusi kehidupan orang lain

Sekilap.info

Dari dulu sampai sekarang banyak orang ingin mengetahui kehidupan yang aku jalani,apa-apa yang aku kerjakan bahkan mungkin apapun yang aku miliki,mungkin hidupku begitu menarik hingga apapun yang kulakukan hingga banyak orang ingin tahu???

Berbagai spekulasi dan kritikan juga vonis di tujukan pada kehidupanku,Setiap orang memiliki alasan dan memiliki tujuan hidup masing-masing,berpikirlah positif,jangan menjatuhkan… cukup mendukung dan mendoakan itu lebih baik.
Seharusnya berpikirlah apakah hidup yang kalian jalani sudah benar???pernahkah berpikir betapa ‘kesalnya’ diri kalian ketika hidup kalian diusik orang lain….hidup di dunia ini hanya sekali…bisakah kita gunakan untuk berbagi kebaikan untuk meraih cinta-Nya. Tidak perlu mengusik hidup orang lain bahkan men-judge orang lain buruk kemudian menjadikannya bahan obrolan kita.

Suatu hari saya pernah bertanya dengan seorang teman, “Kok ada ya orang yang senengnya mengusik hidup orang lain dengan segala caranya?” Teman saya itu menjawab, “Ya ada lah… Orang kayak gitu ada di sekitar kita.” “Emang mereka nyari apa sih? Toh yang diusik juga belum tentu lebih hebat dari dia.”Jawab teman saya, “Justru itu… Dia melihat orang lain bisa adem tenterem. Seolah-olah nggak ada masalah. Sementara dia, siapa yang tahu kalau ternyata menyimpan banyak masalah pribadi?”. “Jadi, maksudnya…” “Dia iri bukan karena kemapanan seseorang.

Tapi, karena kenyamanan orang itu.” Sampai di situ saya diam. Baru kali ini saya menemukan jenis iri dan dengki manusia. Kalau seseorang iri dan dengki sebab melihat orang lain yang lebih sukses, saya mengerti. Tapi, kalau dia iri dan dengki karena melihat kenyamanan orang? Tapi, justru karena kenyamanan orang itu. Kesejahteraan orang bisa dan mungkin saja mudah didapat. Tetapi, kedamaian diri seringkali susah dicari, apalagi dibeli.

Maka ketika ada orang yang kita lihat lebih damai dari kita sendiri, tanpa sadar rasa iri itu bisa saja muncul. Jika kesadaran diri sudah pada tempatnya, saya pikir rasa iri itu bisa diganti energinya untuk mencari kedamaian diri sendiri yang pada dasarnya selalu kita cari agar hidup bisa lebih berarti. Dengan segala caranya. Tapi, jika kesadaran diri belum juga didapat, ya mulai deh aksi-aksi dari rasa iri terpendam itu keluar. Menambah beban pribadi serta menjauhkan rasa damai itu sendiri.

Jangan terlalu mengurusi hidup orang lain menganggap kehidupan orang lain lebih buruk karena bisa jadi kehidupanmu jauh lebih kotor darinya…hiduplah sesuai dengan harapanmu sendiri dan jangan mencoba untuk merusak harapan orang lain,lakukan pekerjaan yang kamu sukai dan jangan merugikan orang lain,jadilah orang yang bermanfaat untuk sekitarmu,jangan hanya mencari-cari kesalahan orang lain tapi lihatlah seberapa benar dirimu di hadapan orang lain…KRITIK-LAH dirimu sebelum kau mengkritik orang lain, berkacalah kamu ke sebuah cermin dan perhatikan sudah berapa kali kau menyakiti orang lain….

Mengapa suatu kritik itu diberikan? Ini ada hubungannya dengan sikap pengkritik itu. Ia mengkritik karena rasa sakit hati, iri atau demi keuntungan pribadi? Kritik yang cenderung meninggikan diri sendiri dan merendahkan orang lain merupakan suatu bentuk pemuasan ego yang paling rendah. Orang seperti ini biasanya punya kesulitan dalam berasosiasi dengan orang lain, berpandangan negatif akan orang lain sehingga dia akan bergaul dan berkomunikasi dengan cara yang tak bagus dan penuh kritik pula.

Sangat mudah untuk bertindak seperti seorang bos, selalu mengetahui apa yang benar sesuai dengan pandangan anda sendiri. Mengkritik membuat anda merasa enak dan seakan-akan andalah yang benar. Namun pada akhirnya, orang yang mengkritik bertujuan untuk menghancurkan orang lain tentunya tidak akan memperoleh keuntungan atau manfaat apapun dari sikapnya tersebut.

Pepatah berkata, berterima kasihlah pada orang yang mengkritik, karena ia telah menguatkan kemampuan kita. Banyak orang besar dan berhasil, tidak melihat kritik sebagai penghalang cita-citanya melainkan sebagai alat untuk menambah kebijaksanaan, kearifan dan kedewasaan untuk menambah kualitas diri.

Anggaplah semua itu ‘pertanyaan menyudutkan’, ‘usikan yang mengganggu’, dan ‘kritikan yang melemahkan’ sebagai sebuah keindahan dalam hidup untuk menuju keberhasilan.

 

_salam_

Leave a Reply